Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2023

Fatimah wafat

Gambar
SAiYIDAH FATIMAH WAFAT Di saat Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah memasukkan jenazah istri tercintanya, Sayyidatuna Fatimah Az-Zahra ke liang lahat, beliau menangis terisak-isak sehingga putranya Sayyidina Hasan berkata : “Wahai ayahku, gerangan apakah yang membuat dirimu menangis sedemikian rupa ?“ Sayyidina Ali bin Abi Thalib menjawab : “Wahai putraku Hasan, aku teringat pesan kakekmu Rasulullah ﷺ beliau bersabda : “Kelak jika putriku Fatimah telah tiada wahai Ali, maka akulah yang akan pertama kali menerima jasadnya diliang lahat.“ Dan demi Allah wahai Hasan putraku, aku melihat tangan kakekmu Rasulullah ﷺ  menerima jasad ibumu Fatimah. Aku melihat kakekmu Rasulullah ﷺ menciumi wajah ibumu Fatimah. Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata : “Wahai Rasulullah ﷺ kini aku kembalikan amanah yang telah engkau berikan kepadaku. Aku kembalikan belahan jiwamu, yang dimana setiap engkau rindu akan surga, engkau cium wajah suci putrimu Fatimah Az-Zahra.“ Masya Allah.. “Y

HUKUM TALA' RAJ'I

Gambar
HUKUM TALA' RAJ'I  (TALAQ SATU,DUA YANG DI JATUHKAN SUAMI KEPADA ISTRI  ATAU DI IYAKAN SUAMI ATAS TALAQ ISTRI) Universitas Islam Dunia Oleh: Walid Blang Jruen NIM;20185405..   Prodi HKI, 15,pebruari 2021 A.PENDAHULUAN Talak adalah ucapan suami yang ditujukan kepada istri yang mengakibatkan putusnya hubungan suami istri. hal ini tidak sesuai dengan tujuan pernikahan dalam islam. Talak diucapkan oleh suami kepada istri secara disengaja baik dengan shighat langsung(Sharih) ataupun sindiran. Talak, hukum dan jenisnya diatur dalam islam dan undang-undang.  Menurut Kompilasi Hukum islam talak diartikan sebagai ikrar suami yang dilakukan dihadapan pengadilan yang dalam hal ini adalah pengadilan agama. Hal tersebut di atur dalam pasal 129 KHI yang berbunyi :“Seorang suami yang akan menjatuhkan talak kepada istrinya mengajukan permohonan baik lisan maupun tertulis kepada Pengadilan Agama yang mewilayahi tempat tinggal istri disertai dengan alasan serta meminta agar diadakan sidang unt

Apakah Boleh Qadhi(hakim)Menerima Hadiah

Gambar
Apakah Boleh Qadhi(hakim)Menerima Hadiah Ditulis 0leh Walid Blang Jruen  seputar fiqh islam dalam permasalahan pemberian hadiah untuk Qadhi,  dan Pasal 40 jo. Pasal 41 UU No. 48 Tahun 2009  tentang Kekuasaan Kehakiman  A. pertanyaan  Apakah Qadhi atau Hakim Boleh Menerima Hadiah dikala ia menjadi Qadhi atau Hakim Mohon sedikit pencerahan........? B. jawaban  Walid Blang Jruen menjawab dengan pemahan yang tercantum didalam kitab Ianathuthalibin jilid 4 dalam masalah qadhi . (وحرم قبوله) أي القاضي (هدية من لا عادة له بها قبل ولاية) أو كان له عادة بها لكنه زاد في القدر أو الوصف (إن كان في محله) أي محل ولايته Haram bagi Qadhi menerima hadiah dari orang sebelum menjadi Qadhi tidak  pernah memberi hadiah kepadanya atau telah biasa  tetapi sekarang menambah kadar atau sifat nya, jika hal itu dilakukan didalam daerah  wilayah  kekuasaannya ولو جهزها له مع رسوله وليس له محاكمة ففي جواز قبوله وجهان: رجح بعض شراح المنهاج الحرمة وعلم مما مر أنه لا يحرم عليه قبولها في غير عمله وإن كان المهدي من أهل